J for Jakarta, P for President
Home » , , , , , , , , » Dipinang Banyak Partai, Mantan Biduanita Ini Pilih PPP

Dipinang Banyak Partai, Mantan Biduanita Ini Pilih PPP

Written By Sidik Kelana Rizal on Kamis, 27 Maret 2014 | 16.38

Modal Kampanye PILKADA Kota Bekasi
Lili Anggraeni Terjun Ke Politik Atas Dorongan Suami
Dari Panggung Hiburan ke Panggung Politik

Berangkat dari pengalaman ikut mendukung pemilukada Walikota Bekasi beberapa waktu silam, sang suami, Edi Sutrisno, mendukung penuh Lili Anggraeni jadi caleg PPP terjun ke dunia politik dan tak tanggung-tanggung, langsung jadi caleg nomor 1 untuk DPRD Kota Bekasi.
Sebagai ibu rumah tangga dimana sang suami merupakan tokoh yang cukup dikenal di dunia bisnis baik di pemerintahan maupun swasta, sebenarnya yang diminta menjadi calon wakil rakyat (cawara) adalah suaminya, Edi Sutrisno.


Seperti yang diceritakan pasangan suami istri ini, bahwa warga masyarakat sudah meminta Edi Sutrisno yang jadi wakil rakyat di DPRD Kota Bekasi, mengingat pengalamannya menggalang massa pada pilkada Kota Bekasi saat mendukung Dadang - Lucky dinilai cukup berhasil meraih suara di wilayah Kelurahan Margajaya. Dimana pasangan pemenang pilkada PAS (Pepen Ahmad Syaikhu), dalam hal ini Pepen (panggilan akrab walikota Rahmat Effendi) ditengarai sempat memarahi aparat kelurahan Margajaya hingga ke tingkat terendahnya, karena perolehan suara PAS minim dan banyak dialihkan ke DALU (Dadang Lucky). Itu semua adalah hasil upaya Edi Sutrisno, sesuai dengan pernyataannya kepada wartawan.


Lili Anggraeni dan suami, Edi Sutrisno
Bahkan, sang istri, Lili Anggraeni juga menegaskan, seandainya suaminya tidak diminta oleh parpol, mungkin dia tidak akan mau terjun ke dunia politik praktis. "Setidaknya ada beberapa petinggi partai di Kota Bekasi yang datang ke rumah meminta saya jadi caleg partai mereka," beber Lili kepada kandidat-kandidat.com.

"Pinangan yang datang untuk jadi caleg dari partai tertentu bukannya kami tolak, tapi karena cara  memintanya yang membuat kami tidak nyaman," imbuh Lili Anggraeni, perempuan kelahiran Jakarta, 13 Desember 1978 ini kepada penulis.

"Bagaimana kami tidak bertanya-tanya, ketika salah satu pimpinan parpol menyodorkan blanko kwitansi untuk kami isi sebagai bukti keseriusan kami menerima permintaan parpol jadi caleg," jelas wanita yang sedang menyelesaikan kuliahnya satu semesterlagi untuk meraih gelar S1nya di bidang hukum.

"Seharusnya kan dia sebagai ketua parpol di Kota Bekasi, yang menentukan berapa jumlah angkanya untuk disumbangkan sebagai salah satu persyaratan untuk dana kampanye pencalegan, bukan?" tanyanya beretorika. "Masak, kami disodori blanko untuk menulis sendiri besarnya angka yang harus kami setorkan, ini kan rawan dengan penyimpangan di kemudian hari, kalau saya memastikan mau dan jadi caleg partainya."

Mengetahui bahwa sang pimpinan parpol tersebut bermasalahan di internal struktur partai Kota Bekasi, Lili Anggraeni dan suami memutuskan untuk memilih partai lain, dalam hal ini dirinya sudah merasa pas untuk jadi caleg Partai Persatuan Pembangunan.

Diminta Jadi Caleg Nomor 1 Bersaing Dengan Tokoh Masyarakat Lainnya dan Menganggap Sebagai Ajang Latihan Politik Menjelang Pemilukada 2018

Pertimbangan dirinya bersama sang suami untuk menerima tawaran Cemong (panggilan akrab, Muhammad Said, Ketua DPC PPP Kota Bekasi) untuk menjadi caleg nomor 1 bukannya tanpa kendala, karena sebagai caleg perempuan biasanya publik dan kader partai akan mempertanyakan mengapa harus wanita yang duduk di nomor satu? Edi membantu istrinya dengan memberikan jawaban; "Justru ketika tawaran itu datang kepada saya, saya ingin mengangkat wanita untuk bisa jadi pemimpin di masa depan, dalam hal ini istri saya saya promosikan jadi calon legislatif," ujarnya menampik anggapan umum bahwa dia tega mengangkat istrinya sebagai sasaran tembak lawan-lawan politiknya jika terjun jadi caleg DPRD Kota Bekasi.

Kecerdikan seorang Edi Sutrisno terlihat ketika dia mengangkat istrinya menjadi caleg dari PPP, dimana dia sudah membangun investasi politik di partai lain yang mendukung pasangan walikota Bekasi Dadang Lucky. Di masa mendatang, setidaknya, sang istri, Lili Anggraeni akan semakin banyak dipinang oleh lebih dari satu partai, tentunya di luar Partai Amanat Nasional (PAN) dan koalisinya pada pilkada lalu itu.

"Sebenarnya pencalegan istri saya ini merupakan ajang latihan untuk persiapan kampanye yang sebenarnya di pemilukada yang akan datang tahun 2018," ungkap Edi, lelaki beranak 3 putra ini kepada wartawan, dan dia juga meminta sang istri untuk membekali dirinya dengan ilmu serta gelar kesarjanaan di bidang hukum. Kebetulan sang istri sedang belajar hukum serta ingin melanjutkan ilmu notaris, namun permintaannya sederhana kepada sang istri agar memfokuskan diri dulu di pemilu tahun ini, baru bisa melanjutkannya ke bidang akademik agar lebih siap hadapi pilkada nanti.

Hiruk pikuk dunia politik di Kota Bekasi sudah melahirkan tokoh perempuan yang ditempa dengan kerasnya dunia pencitraan panggung politik, hal seperti inilah yang membentuk karakter Lili Anggraeni dan menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan sang suami serta keluarganya, bagaimana dunia yang penuh intrik ini sebenarnya.

Aktivitas baru perempuan yang disibukkan dengan rutinitasnya sebagai ibu rumahtangga, mahasiswi fakultas hukum, penggiat pengajian rutin di rumahnya dan sebagai istri sang kontraktor mitra PLN, Edi Sutrsino ini, benar-benar menguras energi baik fisik maupun jiwanya, sehingga, kini penampilannya jauh lebih kurus. Setidaknya banyak orang melihatnya jadi kelihatan lebih cantik karena terjun ke dunia panggung politik dibandingkan dulu saat masih gemuk dan baru saja berhenti di dunia panggung hiburan.

Publik menanti kiprah dan aksi Lili Anggraeni, yang kini merasa banyak sekali mendapat dukungan publik di samping tak sedikit tantangan dan cercaan dari lawan-lawan politiknya. Semakin tinggi posisi pohon, maka semakin besar angin bertiup menggoyangnya, bukan?

Anda ingin mengetahui dan mengenal lebih jauh tentang Lili Anggraeni dan mengapa tim relawannya diberi nama nomor rumahnya 279 dan mengapa poskonya diberi nama "Base Champ 279" bukannya "Base Camp 279", ikuti saja pada artikel kami pada penulisan berikutnya.

Sidik Rizal - webrizal.com 

0 komentar:

Posting Komentar

Anggota DPRD Kota Bekasi PPP

Pengobatan HIV/AIDS Revolusioner dengan Herbal Madu Habbatussauda Propolis Tanpa Efek Samping dan Aman - Kontak 081385386583 - 087878821248
Pengobatan HIV/AIDS Revolusioner dengan Herbal madu Tanpa Efek Samping dan Aman - Kontak 081385386583/087878821248
 
Support : Webrizal | Design | SidikRizal
Copyright © 2013-2014. Lili Angraeni - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kandidat.com
Proudly powered by Blogger