J for Jakarta, P for President
Home » , , , , , , , , , » Jelas Sudah Prabowo Presiden 2014-2019, Insya Allah

Jelas Sudah Prabowo Presiden 2014-2019, Insya Allah

Written By Sidik Kelana Rizal on Minggu, 29 Juni 2014 | 16.10

Beberapa perenungan telah membuat banyak analis sastra dan politik sudah memperkirakan, bahwa calon presiden ke-7 Republik Indonesia adalah satu nama besar yang memang sudah dipersiapkan Allah Subhana wa Ta'ala untuk mempin negeri nusantara ini selama 10 tahun ke depan. Tinggal kitanya bagaimana menyikapinya, dan penentuan terpilihnya satria piningit yang akan memimpin Indonesia menuju era kejayaannya sebagai Macan Asia memang dimulai dari kepemimpinannya yang telah diramalkan jauh sebelum Republik ini merdeka.


Seorang sastrawan asli Jawa, Ki Joyoboyo atau yang lebih dikenal sebagai Jayabaya, dengan istilah ramalan Jangka Jayabaya, sehingga tak sedikit orang bodoh dan pintar memanfaatkannya sebagai tokoh luar biasa yang seolah mengetahui keadaan masa depan. Padahal yang terjadi bukanlah seperti itu, namun dimungkinkan Ki Jayabaya adalah seorang shaleh yang beragama Islam dan mendapatkan isyarat serta petunjuk dari Allah Subhana wa Ta'ala tentang apa yang akan terjadi dan kemudian dituliskannya menjadi sebuah buku dengan bahasa Sanskerta (Jawa Kuno).

Namun ketika beberapa pihak yang tidak menerima ketika Ki Jayabaya dianggap sebagai seorang shaleh dan berilmu dan beragama Islam, mereka mengeluarkan pernyataan melecehkan dan berbau sara, seolah agama Islam tak layak mengklaim, Ki Jayabaya itu beragama Islam. Padahal pada kenyataannya, dalam beberapa pemahaman jumhur alim ulama, bahwa semua orang shaleh dan berilmu dan para nabi mulai dari Nabi Adam alaihi salam (a.s.) hingga Nabi Isa alaihi salam (a.s.), hingga penutup para nabi, yakni Nabi besar Muhammad shalallaahi alaihi wasalam (s.a.w.), semuanya beragama Islam.

Hanya orang-orang yang sesat dan kafir (mengingkari) akan keimanan dan ketauhidan dalam ajaran Islam, juga mereka yang membenci Islam saja yang tak menerima penjelasan logis berikut ini.

Penulis sendiri sangat yakin dengan pernyataan bahwa semua orang beriman dan shaleh, mereka adalah beragama Muslim (kepasrahan) kepada Tuhan yang Maha Esa, atau beragama Tauhid. Dan Tauhid atau Monotheisme sendiri adalah ajaran utama dari semua Nabi, mulai dari nabi Adam a.s. hingga Nabi Muhammad s.a.w. Dan penulis berlindung dari kebencian orang-orang yang kafir serta syirik.

Salah satu penjelasan Jangka Jayabaya yang amat terkenal dalam karya sastranya yang terkenal adalah penentuan siapa yang akan menjadi pemimpin Nuswantoro atau lebih kita kenal dengan sebutan Nusantara ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang rencanyanya akan dikembalikan namanya menjadi Nusantara, memang menjadi pusat perhatian dunia. Bahkan negara adhidaya seperti Amerika Serikat menganggap Republik Indonesia sebagai salah satu ancaman sekaligus bangsa sahabat yang tak boleh dianggap ringan. Perlu diingat, bahwa sumber kekayaan material Amerika Serikat berasal dari bumi Nusantara yang bernama Papua, dimana Freeport telah mengeruk kekayaan alam berupa Emas yang tak ternilai harganya.

Anda bisa bayangkan, dimulai sejak zaman nabi Sulaiman a.s. (The Solomon Treasures) yang terkenal itu, ternyata memang berasal dari tanah Papua, terbukti dengan beberapa penelitian para ahli sejarah dan arkeologi yang membuktikan bahwa sumber kekayaan nabi Sulaiman memang bersumber di kepulauan Papua. Pulau burung penghasil emas terbesar di dunia yang tak akan habis hingga berpuluh tahun bahkan hingga beratus tahun ke depan. Namun apa yang didapat oleh bangsa Indonesia, sang pemilik sejati bumi Nusantara? Tidakkah kita menjadi bangsa terbesar dan terkaya di dunia? Hahahahaha, sayang sekali, hanya segelintir manusia rakus yang memilik itupun sebagian kecil para kaki tangan penjajah asing yang telah merampok kekayaan bumi Nusantara dalam bentuk perjanjian kerjasama yang tak pernah bisa adil. Ingat kasus Freeport adalah masalah besar bangsa Indonesia yang sudah jadi sumber konflik mulai dari adanya kerajaan kuno hingga pemerintahan berbentuk republik merdeka seperti sekarang ini.

Jayabaya sudah menuliskan dalam satu karya sastranya yang sangat terkenal, bahwa pemimpin Nusantara yang akan membawa Indonesia ke satu masa kejayaan dan keemasan, adalah seperti yang terdapat di dalam kalimat sederhana berikut ini. Noto Negoro, Noto Hagomo. Dalam beberapa literatur, sering ditulis dengan Nata Nagara, Nata Hagama atau Nata Nagari, Nata Hagami.

Dalam terjemahan bahasa Indonesia, bahasa Jawa Kuna atau Sansekerta, Nata Nagara itu searti dengan Menata Negara atau dalam bahasa Inggrisnya, State Government. Sedangkan Nata Hagomo atau Nata Hagami atau Nata Hagama itu berarti Menata Agama, yang dalam bahasa Inggrisnya, Religion Government.

Coba kita perhatikan republik yang baru lahir dari tahun 1945 ini, dan berarti kini telah berusia 69 tahun merdeka dari penjajahan bangsa asing. Sejatinya bangsa Indonesia sedang menuju eksistensinya sebagai bangsa yang besar di waktu mendatang. Ini sangat sesuai dengan sunatullah, atau hukum alam yang menggilir kehidupan setiap umat manusia dan beragam bangsa untuk naik dan turun setiap periodenya masing-masing.

Ratusan tahun silam, bangsa ini memang pernah menjadi sebuah bangsa yang besar, dimana kekuasaan dan kekuatan pemerintahannya dalam bentuk kerjaaan maupun lainnya hingga mencapai Indochina sebelah barat, bahkan ada beberapa ilmuwan sejarah yang mengatakan ribuan tahun silam, ketika tanah Jawa belum terpisah dengan Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan kepulauan lainnya adalah sebuah benua yang teramat besar. Tak dapat dipungkiri, ketika seorang ilmuwan cendekiawan muslim dan ilmuwan sejarah barat mengatakan, sebelum terpecah menjadi 17.000 pulau di seluruh nusantara ini, dulunya adalah sebuah benua yang hilang. Apakah ini yang disebut dengan benua Atlantis itu? Wallahu a'lam bishowab.

Namun menurut penelitian seorang ilmuan Islam, KH. Fahmi Basya, Tanah Jawa dulunya pernah dipimpin oleh seorang Ratu besar yang terkenal adil dan bijaksana yang mempunyai pusat pemerintahan di Wanasaba, atau di dalam Al-Qur'an dikenal dengan sebutan Ratu Saba. Jika sudah bicara tentang Ratu Saba, maka kita membicarakan Ratu Bilqis yang diabadikan oleh Al-Qur'an sebagai wanita pemimpin sebuah bangsa besar di wilayah timur yang berhasil ditaklukan oleh Nabi Sulaiman a.s. hanya dengan keilmuan dan kekayaan dan kebesaran sang Nabi yang pastinya adalah seorang muslim yang shaleh.

Perlu Anda ketahui, ada sebuah kepulauan yang bernama Solomon Islands, dimana lokasinya terletak di sebelah timur dari Papua, atau tepatnya di sebelah timur Papua Nugini (Papua New Guena). Kepualauan unik dan sangat indah itu adalah tempat tinggal nabi Sulaiman yang telah disepakati oleh semuabangsa modern dan sudah ribuan tahun silam tercatat dalam buku sejarah dan kitab-kitab suci banyak agama.

Kembali ke masalah ramalan dan karya sastra seorang Jayabaya, yang menuliskan nama pemimpin bangsa Nusantara dengan urutan huruf Jawa Kuna (terdiri dari Ha Na Ca Ra Ka, Da Ta Sa Wa La, Pa Da Ja Ya Nya, Ma Ga Ba Tha Nga). Dalam bahasa Jawa Kuna ini tak ada huruf vokal terpisah. Sama seperti huruf Arab, huruf Mesir Kuna, Huruf Ibrani dan huruf bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Huruf Jawa Kuno (Kuna), memang terdiri dari Konsonan, dimana bunyi vokalnya menggunakan tanda khusus, seperti halnya hurup Arab, yang baru bisa dibaca setelah ada tanda harkat, seperti fatah, kasroh dan dhomah, demikian pula huruf Jawa Kuno.

Jadi untuk penulisan suku kata yang menggunakan huruf vokal berbeda seperti a, i, u, e dan o, ditulisa hanya konsonannya saja. Tinggal menambahkan tanda baca vokalnya seperti wulu, pangku ataupun .... (bersambung pada tulisan berikutnya)

Penulis: Sidik Rizal - pengamat sosial politik, komedian, hamba Allah.

0 komentar:

Posting Komentar

Anggota DPRD Kota Bekasi PPP

Pengobatan HIV/AIDS Revolusioner dengan Herbal Madu Habbatussauda Propolis Tanpa Efek Samping dan Aman - Kontak 081385386583 - 087878821248
Pengobatan HIV/AIDS Revolusioner dengan Herbal madu Tanpa Efek Samping dan Aman - Kontak 081385386583/087878821248
 
Support : Webrizal | Design | SidikRizal
Copyright © 2013-2014. Lili Angraeni - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kandidat.com
Proudly powered by Blogger